Praktik Tata Kelola Perusahaan yang baik merupakan salah satu faktor strategis dalam upaya Perusahaan untuk senantiasa meningkatkan nilai pemegang saham dan stakeholder lainnya serta pertumbuhan yang berkelanjutan. Perusahaan sangat memperhatikan prinsip-prinsip dasar dan pelaksanaan Tata Kelola Perusahaan yang baik sebagai bentuk tanggung jawab Perusahaan kepada pemegang sahamnya. Membangun kepercayaan seluruh pemegang saham Perusahaan sangat diperlukan agar tercapai visi, misi dan tujuan Perusahaan serta menunjang kelancaran kegiatan usaha Perusahaan. Perusahaan telah mulai menerapkan prinsip-prinsip tersebut secara bertahap dan konsisten berdasarkan transparansi, akuntabilitas dan integritas, dengan menyajikan informasi yang benar dan tepat waktu oleh Perusahaan kepada pihak-pihak yang berkepentingan.

Tata Kelola Perusahaan yang baik menjamin bahwa Perusahaan mematuhi seluruh undang-undang dan peraturan yang menyangkut Pasar Modal, Perusahaan Terbuka dan sektor-sektor yang terkait dengan bisnis yang dijalankan Perusahaan. Secara historis, Perusahaan menjunjung tinggi akuntabilitas maupun tanggung jawab manajemen. Perusahaan terus menyempurnakan dan merancang pedoman kebijaksanaan serta panduan implementasi tata kelola Perusahaan secara baik.


Pedoman Kerja

Dewan Komisaris

Dewan Komisaris bertugas dan bertanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas usaha Perusahaan yang dilakukan oleh direksi. Dewan Komisaris juga memberikan masukan dan nasehat yang dianggap penting kepada direksi terhadap pelaksanaan operasional Perusahaan secara umum sehingga tercapai keseimbangan antara fungsi perencanaan dengan fungsi pengawasan operasional Perusahaan.

Dewan Komisaris saat ini terdiri dari dua orang komisaris. Salah satu komisaris merupakan Komisaris Independen yang tidak memiliki hubungan kepemilikan dengan Perusahaan dalam bentuk apapun, serta merangkap sebagai Ketua Komite Auditt. Komisaris Independen diperlukan Perusahaan untuk membantu mengawasi Perusahaan selain dari penugasannya sebagai komisaris yang diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan.


Dewan Direksi

Direksi  secara  kolektif  maupun  sendiri-sendiri bertanggung  jawab   untuk melakukan   koordinasi, memimpin, dan memelihara serta mengelola aset Perusahaan sesuai dengan kepentingan Perusahaan. Tugas dan tanggung jawab Direksi yang ditetapkan dalam Piagam Direksi antara lain sebagai berikut:

1. Berwenang dan bertanggung jawab penuh atas pengurusan Perseroan untuk kepentingan Perseroan, serta mewakili Perseroan di dalam dan di     luar pengadilan

2. Menyelenggarakan RUPS sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.

3. Melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan prinsip itikad baik, tanggung jawab, dan kehati-hatian.

4. Menetapkan dan melaksanakan visi, strategi, rencana tahunan, tujuan, dan anggaran Perusahaan, sambil memastikan keselarasan dan     dukungan dari Dewan Komisaris dan Pemegang Saham.

5. Menerapkan praktik tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap kegiatan bisnis dan pada semua tingkatan organisasi.


Corporate Secretary (Sekretaris Perusahaan)

 

Sesuai peraturan perundang-undangan, Perseroan telah membentuk dan menunjuk seorang Sekretaris Perusahaan dengan tugas pokok membangun dan menjaga hubungan serta komunikasi yang baik dengan seluruh dengan pihak internal maupun eksternal Perseroan, memastikan kepatuhan Perseroan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang Pasar Modal, serta tugas lain yang ditentukan oleh Anggaran Dasar Perseroan.

Dasar Pengangkatannya adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tanggal 8 Desember 2014 tentang Sekretaris Perusahaan Emiten dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 31/POJK.04/2015 tanggal 16 Desember 2015 tentang Keterbukaan Atas Informasi atau Fakta Material Oleh Emiten Atau Perusahaan Publik. Saat ini Sekretaris Perusahaan dijabat oleh Monika Elisabeth.