Komite Audit merupakan salah satu perangkat penting dalam penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik. Komite Audit yang dibentuk oleh Dewan Komisaris menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan peraturan Bapepam & LK No.IX.I.5.

Komite Audit bertugas membantu Dewan Komisaris untuk memastikan bahwa Perusahaan memiliki perangkat pengendalian internal yang baik dan memadai guna memelihara nilai aktiva Perusahaan maupun ekuitas Pemegang Saham Perusahaan. Ini mencakup pengkajian terhadap informasi keuangan Perusahaan untuk memastikan kesesuaian dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, serta dengan persyaratan penggunaan informasi sebagaimana ketentuan perundang-undangan di bidang Pasar Modal.

Komite Audit juga mengawasi kinerja internal audit, mengkaji kebijakan audit dan implementasinya, serta mengkoordinasikan tugas audit dengan pihak audit eksternal. Komite Audit memberikan pendapat dan laporan kepada Dewan Komisaris atas semua hal yang memerlukan perhatian komisaris.

Dalam menjalankan fungsi pengawasannya, Komite Audit bertanggung jawab kepada Dewan Komisaris.

Komite Audit melakukan pertemuan secara rutin 3 bulan sekali, dengan kegiatan rutin tiap tahun meliputi :

1.     Menelaah dan mengevaluasi laporan keuangan yang akan dipublikasikan oleh Perusahaan dan memberikan masukan hasilnya kepada

     komisaris dan direksi.

2.     Menelaah tingkat kepatuhan Perusahaan terhadap peraturan dan perundangan yang berhubungan dengan kegiatan Perusahaan.

3.     Mengevaluasi struktur organisasi Perusahaan dan memastikan terselenggaranya praktek tata kelola perusahaan yang baik.

4.     Mengkaji kebijakan internal audit dan implementasinya.

Keanggotaan Komite Audit Perusahaan diketuai oleh Komisaris Independen Perusahaan. Sejak tanggal 24 Mei 2021 Komite Audit diketuai oleh Marina yang merupakan Komisaris Independen Perusahaan. Dua anggota Komite Audit yang merupakan pihak independen adalah Johnson Napitupulu dan Liliany Widjaja.